Seyogyanya kita bisa melakukan 7 wirid bersama Al-Qur’an:
Membaca (tilawah) ,Menghafal (Hifdz) ,Mengulang hafalan (Muroja’ah) ,Menyimak (Istima’) ,Mempelajari (Dirosah) ,Mengkaji Bersama (Mudarosah) dan Merenungi (Tadabbur)

Foto Dokumentasi Kegiatan Santri Pesantren Tahfiz Al Qur’an Imam Syafi’i Bogor
1. Wirid Tilawah (Membaca) Yaitu dengan cara memperhatikan:
Merasakan bahwasannya Al-Qur’an adalah sebaik-baik dzikir Setiap hari baik dalam keadaan hadir atau safar tidak meninggalkan membacanya Hendaknya minimal menghatamkannya satu bulan sekali
2. Wirid Hifdz (Menghafal) Yaitu dengan cara memperhatikan:
Merasakan keutamaan menghafal Al-Qur’an baik sebagian atau keseluruhan Membuat target ayat dan surat yang dihafal, khususnya Juz ‘Amma Target menghafal selama sepekan menyelesaikan beberapa ayat tertentu.
3. Wirid Muroja’ah (Mengulang Hafalan) Yaitu dengan cara memperhatikan:
Merasakan bahwa Al-Qur’an akan meninggalkannya apabila tidak sungguh-sungguh menjaganya Hendaknya memiliki target muroja’ah pekanan dari hafalan yang telah dihafal Muroja’aah dalam bacaan sholat.
4. Wirid Istima’ (Menyimak) Yaitu dengan cara memperhatikan:
Merasakan bahwa menyimak adalah termasuk sunnah kenabian Memilih bacaan dalam Al-Qur’an yang dapat menghadirkan hati Menyimak bacaan di waktu-waktu kosong seperti dalam kendaraan.
5. Wirid Dirosah (Mempelajari) Yaitu dengan cara memperhatikan:
Merasakan pentingnya memahami makna kata dalam Al-Qur’an Membuat target bacaan pekanan berupa tafsir singkat yang meguatkan pemahaman Membuat pembelajaran tematik dari ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu tema tertentu
6. Wirid Mudarosah (Belajar Bersama) Yaitu dengan cara memperhatikan:
Merasakan perintah dan makna hadits Nabi (Dan mereka saling mempelajari Al-Qur’an secara bersama-sama) Cara mempelajarinya adalah dengan saling membaca, kemudian mempelajari tafsirnya dan mendiskusikannya Tempat yang paling utama untuk mempelajari Al-Qur’an adalah rumah Alloh (masjid)
7. Wirid Tadabbur (Mengkaji) Yaitu dengan cara memperhatikan:
Merasakan bahwa tadabbur adalah tujuan diturunkannya Al-Qur’an Membaca dengan tidak tergesa-gesa, khusyu, mengulang-ulang, dan penuh interaksi. Menjauhi hal-hal yang memalingkan dan menyibukkan.
DR. Muhammad Bin Farhan
Alih Bahasa: Salman Yudi Aris D., Lc, S.Ud


