[wpseo_breadcrumb]

Alloh ﷻ Sebaik-baik Saksi

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp

Ada seorang yang sholih dari Bani Israil meminta pinjaman kepada salah seorang temannya dari Bani Israil sebanyak seribu dinar. Pemilik uang yang akan meminjamkan berkata, “Hadirkan beberapa orang saksi yang menyaksikan ini.” Orang yang meminjam berkata, “Cukuplah Alloh sebagai saksi.”

Si pemilik uang berkata lagi, “Kalau begitu hadirkan orang yang dapat memberikan jaminan.” Peminjam uang berkata, “Cukuplah Alloh sebagai jaminan.” Pemilik uang berkata, “Engkau benar.” Mereka berdua ridho menjadikan Alloh sebagai saksi dan jaminan. Lalu pemilik uang memberinya seribu dinar untuk dipinjamkan dalam jangka waktu tertentu.

Kemudian sang peminjam uang berlayar menyebrangi lautan untuk suatu keperluan. Setelah jatuh tempo, tibalah waktunya untuk mengembalikan uang pinjaman kepada pemiliknya, maka dia mencari perahu yang dapat mengantarkannya menuju rumah pemilik uang untuk melunasi hutangnya dengan tepat waktu. Namun dia tidak mendapatkan perahu yang dapat mengantarkannya. Di tepi pantai dia hanya menemukan sebatang kayu, lalu kayu itu diambil dan dilobangi, kemudian dia memasukkan uang seribu dinar dan sehelai surat untuk pemilik uang itu, lalu ia berkata: “Ya Alloh, sungguh Engkau tahu bahwa aku meminjam uang dari kawanku sebanyak seribu dinar. Dia telah memintaku untuk menghadirkan saksi dan penjamin, lalu aku katakan: “Cukuplah Engkau sebagai saksi dan penjamin,” Dia ridho Engkau sebagai penjamin. Ya Alloh, kini aku tidak mendapatkan perahu yang dapat mengantarkan aku kepadanya. Maka aku titipkan uang ini kepada-Mu.”

Lalu dia lemparkan kayu berisi uang tersebut hingga terapung di lautan. Dia melemparkannya dengan keyakinan dan tawakal kepada Alloh serta hatinya tenang bahwa dirinya telah menitipkan sesuatu kepada Robb Yang tidak akan menyia-nyiakan titipannya.

Sementara itu, orang yang memberinya hutang pergi ke pantai untuk melihat-lihat apakah ada perahu yang datang membawa orang yang meminjam uangnya. Ternyata dia hanya mendapatkan sebongkah kayu, dia mengambilnya dan dibawa ke rumahnya untuk dijadikan kayu bakar. Ketika dia hendak memotong kayu tersebut dengan gergaji, ternyata dia dapatkan uang seribu dinar dan sepucuk surat di dalam kayu. Dia bersyukur kepada Alloh karena uang yang dipinjam sudah sampai ke rumahnya.

Kemudian setelah beberapa hari, orang yang meminjam uang tadi datang ke rumah peminjam uang dengan membawa uang seribu dinar. Setelah bertemu dengan pemilik uang, dia berkata: “Demi Alloh, sebelum ini aku tidak mendapatkan perahu yang dapat mengantarkan aku untuk membayar langsung hutangku kepadamu.” Lalu si pemberi hutang berkata: “Bukankah engkau telah mengirim uang 1000 dinar untukku melalui sebongkah kayu?”

Dia berkata: “Iya betul, tetapi aku khawatir uang itu tidak sampai kepadamu.” Maka orang itu berkata: “Sesungguhnya Alloh telah mengirimkan uang tersebut dalam kayu yang engkau kirim.”

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x