[wpseo_breadcrumb]

Dahsyatnya Keagungan Do’a

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp

Abu Bakar Muhammad bin Dawud Ad-Dainuri berkata: “Aku pernah berniaga dengan mengendarai bighol (hewan peranakan kuda dengan keledai) dari kota Damaskus ke negeri Az-Zaidan, saat itu ada seorang laki-laki asing yang meminta ikut membonceng denganku. Ia mengajakku melewati sebuah jalan yang tidak biasa aku lalui, ia berkata kepadaku, “Ambillah jalan ini, lewat sini lebih dekat!”. Aku berkata: “Tetapi, aku tidak pernah melewati jalan ini. Ia berkata, “Ayolah, jalan ini lebih dekat!, maka kami menyusuri jalan itu, hingga tiba di tempat yang terjal dan tampak banyak sekali bangkai dan tengkorak manusia.

Ia berkata kepadaku: “Peganglah kepala bighol ini, aku mau turun lebih dulu! Ia pun turun, lalu ia menyingsingkan lengan bajunya dan mengikat pakaiannya, lalu menghunus sebilah pedang kepadaku. Aku pun lari darinya, dan ia terus mengejarku.

Aku bersumpah demi Alloh, sambil berkata kepadanya: “Ambillah bigholku ini beserta barang yang ada di atasnya!.” Ia berkata: “Barang-barangmu akan aku ambil dan aku akan membunuhmu. Aku katakan kepadanya: “Sudikah kiranya engkau membiarkan aku sholat dua rakaat sebelum engkau membunuhku?”. Dia berkata: ‘Silakan, tapi jangan lama-lama!”, perampok itu membentak Ad-Dainuri.

Maka berdirilah ad-Dainuri yang sedang berada dalam kesempitan ini untuk mengerjakan sholat.

Karena sangat takutnya, sampai-sampai ia lupa seluruh bacaan Al-Qur’an, dan mata pedang berada tepat di atas kepalanya, perampok itu siap menebas kepalanya, perampok itu selalu berkata: “Ayo, percepat sholatmu!.” Ad-Dainuri tidak mengingat satu pun ayat, bahkan surat Al-Fatihah pun ia lupa karena takut.

Ketika aku berada dalam kesempitan itu, tiba-tiba Alloh menggerakkan lisanku dan berkata:

“Siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepadanya dan yang menghilangkan kesusahan.” (QS. An-Naml: 62). “Akupun membaca ayat ini!”

Tiba-tiba, ada seorang penunggang kuda muncul dari mulut lembah dengan lembing di tangannya, lalu ia melempar lembingnya ke perampok itu tepat pada jantungnya sehingga ia tersungkur mati. Dengan karunia dan pertolongan Alloh itu aku selamat dan melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tempat tujuan.

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x