[wpseo_breadcrumb]

Naungan Malaikat Bagi Pembaca Al-Qur’an

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp

Suatu malam, Usaid bin Khudoir duduk di belakang rumahnya. Sementara itu, ada anaknya, Yahya, yang sedang duduk di dekatnya dan kudanya diikat tidak jauh dari tempat duduknya. Ketika itu, suasana malam tenang dan hening. Permukaan langit jernih tanpa mendung. Usaid tergerak untuk membaca ayat suci Al-Qur’an.

Ketika Usaid sedang membaca Al-Qur’an, tiba-tiba kuda yang sedang ditambat berputar-putar, hingga tali pengikatnya putus. Ketika Usaid diam, kuda itu diam dan tenang. Usaid melanjutkan lagi bacaan Al-Qur’annya. Hampir kuda Usaid berputar-putar kembali lebih hebat dari semula. Ketika ia memandang langit, ia mendapati cahaya yang terlihat seperti payung yang menaunginya. la belum pernah melihat pemandangan seperti itu sebelumnya.

Naungannya terlihat indah dan berkilau, bergantung seperti lampu memenuhi ufuk, sedikit-sedikit cahaya itu bergerak naik ka atas dengan sinarnya yang terang. Kemudian perlahan-lahan menghilang dari pandangan.

Esok harinya, Usaid pergi menemui Rosululloh dan menceritakan peristiwa yang dia alami. Rosululloh bersabda: “Itu adalah malaikat yang ingin mendengarkan bacaan Al-Qur’anmu. Seandainya engkau teruskan bacaan Al-Qur’anmu, pastilah akan banyak orang yang bisa melihatnya. Pemandangan itu tidak akan tertutup dari mereka.” (HR. Bukhori dan Muslim)

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x